Posted in Inspirasi Bisnis

Strategi dan Teknik Negosiasi

Apakah kita perlu belajar teknik negosiasi? Sebenarnya, apapun profesi kita, kita perlu belajar teknik negosiasi. Bahkan tidak hanya dalam dunia kerja dan bisnis, dalam kehidupan keluarga pun kita perlu negosiasi. Misalnya saat Anda menghadapi anak atau keponakan yang merengek minta dibelikan jajanan ataupun mainan. Anda pun dituntut untuk bisa bernegosiasi dengan keponakan atau anak Anda. Lantas, bagaimanakah strategi dan teknik negosiasi yang baik? Yuk kita bahas bersama

teknik negosiasi

STRATEGI DAN TEKNIK NEGOSIASI TERBAIK

Trik terbaik negosiasi adalah NO TRICK alias KETERBUKAAN. Namun sering kita tak dihadapkan dalam kondisi yang ideal.

Seperti kisah Nabi Muhammad saat ditanya harga, “Modal saya sekian, silakan bayar berapa, yang penting saya gak rugi”.

Jangan berfikir bahwa teknik negosiasi itu adalah “seni menekan lawan”. Karena hal itu akan berdampak pada kredibilitas Anda nantinya. Karena bisnis yang terbaik adalah yang jangka panjang, saling menguntungkan. Bukan sekali pukul terus kabur.

Namun dalam beberapa kasus, kita tak memiliki pilihan kecuali dihadapkan dengan situasi harus bernegosiasi.

Inti dari negosiasi adalah mempertemukan titik tengah yang disebut DEAL. Tapi yang terbaik tetap kita harus siap dengan NO DEAL.

Beberapa poin penting dalam negosiasi adalah:
1. Tentukan penawaran maksimum dan minimum Anda.
2. Ketahui keinginan minimum mereka akan menerima tawaran Anda.
3. Cari pembanding atau alternatif lain.
4. Temukan HIDDEN MESSAGE kelemahan mereka.
5. Tahu timing yang tepat untuk memutuskan atau menunda.
6. Berusahalah untuk Win-Win, jika terpaksa baru Win-Lose.

Nilai minimum dan maksimum Anda pasti sudah Anda ketahui. Bagaimana dengan nilai minimum mereka menerima negosiasi Anda?

Caranya: Gunakan pertanyaan-pertanyaan umpan, yang menghasilkan jawaban HIDDEN MESSAGE. Dengarkan dengan teliti.

Banyaklah mendengar, sedikit berbicara. Karena kelemahan Anda akan terbaca saat banyak bicara.

Contoh Hidden Message (HM):
“Ada ukuran lain gak?” >> artinya harga sudah oke.
“Bisa kurang gak harganya?” >> tak ada pembanding, dia hanya mencoba menawar.
“Hargamu kemahalan” >> bisa jadi ada pembanding lebih murah atau harga Anda lebih dari bujetnya.
“Bisa lebih cepat lagi pengirimannya?” >> harga saat itu tak menjadi masalah.

Sebaliknya jika Anda dalam posisi yang menawar, baiknya Anda memiliki pembanding yang bersaing, agar memiliki posisi tawar yang kuat.

HM juga muncul dalam bentuk ‘keterdesakan’. Dalam kasus itu, uluran waktu akan bermanfaat menekan dia.

Untuk menghindari penekanan dalam negosiasi, selain PEMBANDING lain, Anda juga harus siap dengan NO DEAL.

Dalam beberapa kasus negosiasi, Anda mungkin harus lebih memilih lose-lose daripada ditekan secara sadis. Setidaknya memberi pelajaran kepada mereka.

Kembali lagi, negosiasi yang terbaik adalah KETERBUKAAN, saling pengertian, bukan saling menekan. Gunakan ilmu pada tempatnya.

Itulah sedikit tips dalam bernegosiasi. Semoga bermanfaat

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *