Posted in Inspirasi Hidup

Sindrom Hangat-Hangat Tai Ayam

Mungkin dari kita sudah pernah mengikuti seminar, training, ataupun membaca sebuah buku yang membuat kita begitu terisnpirasi dan termotivasi.

Namun apa dampaknya dalam hidup? Yah, ada sih.. tapi hanya sedikit. Dan setelah beberapa bulan kembali ke kebiasaan lama lagi yang kita tahu itu tidak baik.

Ini yang namanya Sindrom:

“Hangat-hangat Tai Ayam”

Apa itu sindorom hangat-hangat tai ayam? yaitu hanya semangat di awal, namun melempem di tengah jalan.

hangat-hangat tai ayam

Kerap kali yang membuat kita gagal bukanlah karena rencana kita yang terlalu sederhana atau terlalu rumit, tetapi karena kita tidak cukup berkomitmen untuk mengerjakan rencana kita. Ya, kebanyakan kita hanya bersemangat di awal namun mulai lemah, malas, dan enggan di tengah jalan. Alhasil, kita tidak pernah sampai ke hasil yang kita angankan.

Ingat, untuk menikmati hasil yang besar, kita perlu menjalankan rencana yang ada dengan penuh komitmen, secara konsisten.

Ini ibarat seperti menyusun satu batubata setiap hari, sampai menjadi sebuah rumah.

Ya, kita tidak bisa mengerjakannya setengah-setengah; dikerjakan saat termotivasi, dan mengabaikannya saat malas. Itulah ciri seorang pecundang.

Kisah Inspirasi Tentang Konsistensi & Komitmen

Toshihiko Seko adalah pemenang lomba-lomba lari bergengsi. Kejuaraan yang telah ia menangkan antara lain: Fukuoka Marathon (1978–1980, 1983), Boston Marathon (1981, 1987), London Marathon (1986), serta Chicago Marathon (1986).

Ia juga pencetak rekor dunia untuk lari 25,000 m (1:13:55.8) dan 30,000 m (1:29:18.8), yang bertahan selama 3 dekade dan baru terpecahkan belakangan ini.

Ketika ditanya mengenai rahasia keberhasilannya, ia menjawab,”Saya hanya berlari 10 kilometer (km) setiap pagi dan 20 km setiap sore.”

Banyak orang tidak percaya bahwa ia hanya melakukan latihan yang sederhana tersebut.

“Ah.. Mana mungkin cuma mengerjakan hal sederhana yang demikian, tapi berhasil menjadi juara dan pencetak rekor dunia?”

Seko menjawab,”Memang sederhana tapi saya melakukannya setiap hari, 365 hari dalam setahun. Sederhana? Ya. Mudah? Tidak!

Pelajaran dari Kisah di Atas

Apa pelajaran dari kisah Toshihiko di atas?

1. Ubah tindakan
Tindakan itu berhubungan erat dengan habbit atau kebiasaan. Banyak cara mengubah kebiasaan yang tidak baik menjadi lebih baik, dan menjadi kebiasaan yang tetap dan terus menerus dilakukan.

2. Monitoring
Lakukan monitoring dengan tes dan ukur kepada diri sendiri. Misalnya kita belum mencapai target A, pertanyaannya “Supaya bisa? Apa yang harus saya lakukan? Apa yang harus saya ubah dan test? Lalu ukurnya dengan apa?”.

3. Buang Penundaan
Penundaan adalah Awal dari Keterpurukan… Pernahkah kita menunda? Jika kita tahu itu tidak baik untuk diri kita, mari kita buang sifat menunda-nunda. Tundalah kegiatan yang tidak ada manfaatnya.

Ingat, untuk menikmati hasil yang besar, kita perlu menjalankan rencana yang ada dengan penuh komitmen, secara konsisten.

Ini ibarat seperti menyusun satu batubata setiap hari, sampai menjadi sebuah rumah.

Ya, kita tidak bisa mengerjakannya setengah-setengah; dikerjakan saat termotivasi, dan mengabaikannya saat malas. Itulah ciri Sindrom Hangat-Hangat Tai Ayam.

Comments