Posted in Cerita Inspiratif

Cerita Inspirasi Clash Royale

Setelah sebelumnya sukses dengan kisah inspirasi clash of clans ūüėÄ Kali ini saya ingin berbagi kisah inspirasi yang masih ada kaitannya dengan permainan dari supercell, yaitu Clash Royale ūüôā Yuk langsug saja kita simak ceritanya.

Alkisah, di sebuah kerajaan, sang raja mempunyai hobi yang tidak lazim. Apa itu? yaitu mengukur kekuatan troops / kelompok pasukannya dengan cara mengadu antar troops di sebuah arena aduan.

Kadang sang raja mengadu pasukan muskeeters (penembak) dengan pasukan archers (pemanah), kadang antara valkyrie yang bersenjatakan kampak dengan pasukan barbarian yang bersenjetakan pedang. Kadang pasukan goblin yang bersenjata tombak, melawan pasukan bomber.

Bagi pasukan yang menang akan mendapatkan hadiah menarik dari raja berupa chest (sebuah box yang berisi barang-barang berharga seperti emas dan berlian). Namun, banyak pula pasukan yang mati sia-sia karena kesenangan yang mengerikan dari raja mereka.

clash royale indonesia

Suatu ketika, hari aduan kembali tiba. Satu orang prajurit telah disiapkan untuk masuk ke arena. Dan kali iniyang dia lawan bukanlah seorang pasukan. Dari kejauhan, terdengar suara raungan marah dan lapar seekor binatang.

Ya, sang prajurit harus bertarung melawan seekor naga yang sedang lapar, sehingga membuat siapa pun yang mendengar raungannya menjadi ciut nyalinya.

Setelah sang raja duduk di tempatnya, seorang prajurit pun melangkah memasuki arena aduan dengan kepasrahan sembari berdoa, siapa tahu keberuntungan memihaknya hingga tak perlu meregang nyawa.

Tak berapa lama, pintu kandang naga pun dibuka. Segera si naga mengaum sambil melangkahkan kakinya masuk ke arena dengan sikap waspada.

Beberapa saat, aroma ketegangan pun menghiasi suasana. Si prajurit segera menyiapkan diri untuk mempertahankan diri dari serangan naga. Namun, sebuah keanehan terjadi. Naga yang terlihat ganas bukannya segera menyerang dan siap memakan mangsanya, tetapi dia malah berputar mengendus-endus mengitari si prajurit tanpa menunjukkan sikap bermusuhan sama sekali.

Anehnya lagi, sang naga justru berusaha mendekat ke prajurit yang tadi sudah siap melawannya. Prajurit makin terheran dengan tindakan sang naga yang lantas menjulurkan lidahnya dan menjilat kaki si prajurit tanpa bermaksud menyakiti sedikit pun. Arena aduan pun menjadi heboh.

Raja segera memerintahkan membawa si prajurit ke hadapannya. “Hai prajurit! Apa yang telah kamu lakukan kepada naga¬†kelaparan itu sehingga dia tidak melahapmu, malah seakan dia tunduk dan menghormatimu? Ilmu apa gerangan yang kamu pakai? Segera beritahu rajamu ini,” perintah sang raja.

“Ampun baginda. Hamba juga tidak mengerti apa yang terjadi. Hamba hanya pasrah sembari bersiap menghadapi kemungkinan terburuk yang terjadi. Tetapi, setelah melihat¬†naga¬†yang tiba-tiba mendekati tanpa terlihat ingin menyerang, hamba juga segera menghentikan niat hamba mempertahankan diri.”

Sang prajurit melanjutkan penjelasannya, “Saat itu, kemudian hamba teringat sebuah peristiwa. Dahulu sekali, hamba pernah¬†menyelamatkan dan mengobati seekor anak naga¬†yang sedang diburu dan terluka. Dan sangat mungkin, naga kecil¬†itu adalah yang sama yang ada di arena tadi. Kebaikan masa lalu yang telah hamba perbuat dan tidak pernah hamba ingat, ternyata telah menyelamatkan hidup hamba hari ini.”

Pelajaran dari Kisah Clash Royale di Atas

Kisah di atas adalah gambaran dari pepatah “kita menuai apa yang kita tanam.” ¬†Walaupun kita lupa pernah berbuat baik kepada orang lain, tapi hukum Tuhan tidak pernah lupa. Pada saatnya kelak, kita pasti akan menerima kebaikan-kebaikan yang sepadan, bahkan melebihi apa yang pernah kita lakukan. Entah di kehidupan ini, ataupun di kehidupan nanti.

Begitu juga sebaliknya. Kita boleh saja lupa pernah berbuat jahat pada orang lain. Namun, bila saatnya telah tiba, kita pasti akan menerima ganjaran yang setimpal dengan perbuatan kita. Entah di kehidupan ini atau kehidupan setelah kematian.

Untuk itu, mari terus menanamkan benih kebaikan di setiap kesempatan yang ada, baik pada lingkungan terdekat kita maupun pada sesama. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk sesamanya.

Comments