Posted in Inspirasi Bisnis

Agar Dagangan Laris

Agar Dagangan LarisAda 7 formula agar dagangan laris. Materi ini saya ambil dari Buku Buka Langsung Laris karangan Jaya YEA. formula laris ini bukan hanya teori semata, karena ditulis berdasar pengalaman bisnis puluhan tahun oleh penulisnya. Praktisi pengusaha dengan jam terbang lebih dari 15 tahun. Juga mentor bisnis yang telah terbukti melahirkan pengusaha sukses di bidangnya. Jaya Setiabudi Penulis Mega Best Seller “The Power of Kepepet” (15x cetak dan masih terus dicetak ulang) dan “Kitab AntiBangkrut” (20 ribu eksemplar). Pendiri Entrepreneur Camp (2006), dengan alumni lebih dari 3000 orang se-Indonesia. Pendiri Young Entrepreneur Academy (2007) Bandung, dengan rekor lebih dari 90% lulusannya adalah pengusaha.

7 formula agar dagangan laris

7 formula agar dagangan laris adalah membidik pasar potensial, produk yang ngangenin, kemasan yang menarik, merek yang ngetop, Saluran Distribusi = Promosi, Penyebar Virus, Pengungkit Konversi.

1. Membidik Pasar Potensial

Agar Dagangan LarisSleeping market berada di antara Existing market dan Potensial Market. Existing Market atau Bleeding Market alias Pasar yg berdarah2 karena kompetitornya sudah terlalu banyak, hingga harga pun banting2an. Contohnya adalah pasar Laundry Kiloan, yang menjamur dimana2. Dulu memang bisnis yg bagus, sekarang sangat kompetitif. Kenapa begitu? Karena ENTRY BARRIER-nya tipis, alias siapa saja bisa masuk menjadi pemain dg mudahnya. Potensial Market: demand/permintaan udah ada/banyak, tapi pemasok/pemainnya sedikit. Contohnya: Martabak Bolu >> baru ada sedikit pemain, merek belum kuat. Potensial untuk memboomingkan. Sleeping Market: orang belum tahu itu produk apa alias belum kelihatan demandnya. Contohnya: dulu sebelum AQUA masuk ke Indonesia, orang tak terfikir akan minum air seharga bensin. Tentu effort yg dilakukan Pak Tirta Utomo (pendiri Aqua) sangatlah berat dalam “MengEdukasi Pasar”. “Untuk sekedar bertahan hidup, ikuti tren. Untuk membuat lompatan finansial, ciptakan tren”.

2. Produk yang Ngangenin

Bagaimana menguji suatu Produk yang Ngangenin? Kita pake cara praktis aja >> TES ke TARGET PASAR yang SERUPA. Misal: Target Pasar wanita, 25-35, min bermobil, utamakan kualitas –> Cari komunitas/kumpulan seperti itu. Komunitas: bisa jadi seminar, arisan, asosiasi, fanpage, milis, dll. Berikan Free tester & JANGAN MINTA TESTIMONI. Testimoni ampuh u/ berjualan, tapi bukan untuk dapat feedback yg jujur. Biarkan alami: Kalo Ngangenin, mereka akan TERIAK. Misal produk snack; komunitas arisan ibu pejabat; amati apakah produk Anda diambil & diambil oleh orang yg sama? Jika YA, jangan keburu percaya, bisa jadi ibu itu sedang lapar :p. Pastikan 80% orang yg mencoba, repeat. Sekali lagi, jangan latah menanyakan, “Gimana rasanya?” apalagi “Enak kan?” –> Ini minta persetujuan, bukan masukan. Kalo repeatnya kurang, baru minta feedback. Cari yg feedback Kritis & Pedas, bukan sekedar menghibur Anda.

3. Kemasan yang menarik

Coba deh, dan Anda akan TakJub, KONTEN produk yg sama, dg KEMASAN berbeda, menghasilkan OmZet berbeda. Jadi, pepatah “Don’t judge the book from its cover”, berlaku untuk kita, tapi jangan harap untuk orang lain. Pelajaran: dengan mengubah BENTUK/KEMASAN saja, bisa membuat produk Anda lebih laris dari sebelumnya. Buktikan! #BOOMING

4. Merek yang Ngetop

Berikut Aturan Merek yang Ngetop.

  • Satu: Sesuai dg Target Pasarnya; Misal: wanita, 25-35, feminim, mid class, karir, kira2 lebih cocok merek apa?
  • Terasosiasi oleh Diferensiasi; Bagaimana orang yg dengar/lihat, langsung ‘ngeh’ apa spesial dibanding merek lain. Misal: Oseng Mercon, terasosiasi oleh pedasnya. Nasi Kalong, hitam, buka di malam hari.
  • Hindari Singkatan Konsonan; Selain sukar diingat, juga sukar terasosiasi oleh produknya. Salon GSC > kayak apa ya? >> parahnya ternyata berjejer toko GCS, CGS, GSC, SGC, pusing deh… Mana yang benar ya? >> membingungkan. 
  • Empat: Hindari Angka; Mirip dg singkatan konsonan, sukar diingat & tak terasosiasi oleh produknya. Tau BAKPIA PATOK? Nomor brapa yg asli atau pertama? 25, 35, 45, 65, 75, 52? Bingung kan? Jawabnya: 75 yg pertama, tapi 25 yg populer sekarang, karena pemasarannya jago! Lha Es Teler 77 tetap nomor 1 tuh! >> Karena nggak ada pesaing/follower yg sebanding saat awal.
  • Unik; Kalau saya sebut “rawon”, apa yg ada di benak Anda? Yup, Rawon Setan! Meskipun Anda belum pernah mencicipi. Tak harus berkonotasi negatif. Bisa saja Anda buat Rawon Malaikat, buka disamping Rawon Setan >> #BOOMING. kemudian kasih sign board >> Pilih Neraka atau Surga..? Laris..!
  • Mudah diucapkan dan diingat; Coba baca 10 kali dengan cepat: Nasakasaskiskasà keriting deh lidahnya.

Merek yang ngeTOP membuat orang penasaran untuk membeli, tapi Produk yang Ngangenin yang membuat orang kembali lagi.

5. Saluran Distribusi = Promosi

Agar Dagangan LarisArtinya menemukan yg pas Channel Distribution (Saluran Distribusi) yg juga merupakan Channel Promotion (Saluran Promosi). JIka Formula 1 – 4 mempersiapkan produk, Formula ke 5 >> Memasarkan Produk. Outcomenya adalah Penjualan Merata.Channel D adalah saluran untuk menyampaikan produk dari produsen ke konsumen. Seberapa pentingkah Ch.D? Jika 4 formula sebelumnya sudah dipenuhi dan anggap produk langsung #BOOMING >> kemudian, pelanggan mencari2 produk & merek Anda, yg ternyata tak ada di pasaran, apa yg terjadi? >>Mereka akan menunggu atau mencari di tempat lain..? Tergantung. Selama 1.Tak ada kompetitor masuk di area itu, 2.Diferensiasi/brand Anda kuat & 3.Halangan harga u/ mencoba merek lain besar. Jika ketiga hal itu belum terpenuhi, maka pelanggan akan mencoba produk lain, saat produk Anda lengah di distribusi. Bagaimana jika ternyata produk orang lain tak kalah Ngangenin dibanding produk Anda? Maka mereka akan pindah ke lain hati.

6. Penyebar Virus

Agar Dagangan Laris

Setelah kita menentukan Channel D = P yg Low Budget, tapi Powerful, kita sundul dengan FORMULA ke 6: PENYEBAR VIRUS. Penyebar Virus ini SUPER PENTING, karena: Semerata Channel D Anda, tanpa dikenal orang banyak, barang akan STUCK..! Penyebar Virus ini bisa seseorang yang berpengaruh, sekelompok, bisa media, bisa suatu sistem/model. 4 Kategori Penyebar Virus yg #BOOMING : 1.STAR 2.SOCMED 3.COMMUNITY 4.SYSTEM

7. Pengungkit Konversi

Untuk pembahasan mengenai pengungkit konversi, beli langsung aj ebooknya 😀 Semua dibahas lebih detail dan lebih lengkap di Ebook Buka Langsung Laris. silahkan langsung membeli di Yubistore, toko online yang didirikan oleh Jaya Setiabudi. klik >> Yubistore.

Posted in Inspirasi Bisnis

Cara Mengelola Keuangan Usaha

Bagaimanakah cara mengelola keuangan usaha yang benar bagi seorang pengusaha? Untuk mengelola keuangan usaha secara benar, diperlukan yang namanya ‘kedisiplinan keuangan’. Kali ini kita akan membahas cara mengelola keuangan usaha dengan ‘7 Disiplin Finansial’. Materi ini diambil dari Buku Kitab Anti Bangkrut karangan Jaya Setiabudi.

Cara Mengelola Keuangan Usaha yang Benar

Inilah cara mengelola keuangan usaha dengan 7 Disiplin Finansial.

  1. Pisahkan Rekening Pribadi dengan Perusahaan. Hal ini Agar terhindar dari penggunaan yang tidak disengaja atau dianggap uang Anda juga. Meskipun perusahaan 100% milik Anda, pemisahan rekening ini akan lebih memudahkan untuk akurasi perhitungan.
  2. Bujetkan Pengeluaran Bulanan. Termasuk gaji Anda. Gajilah diri Anda sesuai dengan jabatan dan ‘angka’ kebutuhan Anda. Jika terpaksa pinjam, hitung sebagai kasbon/utang yang harus dibayar di gajian berikutnya.
  3. Buat Proyeksi Arus Kas. Dengan proyeksi arus kas, Anda tahu, kapan akan menerima duit, keluar duit, dan akan minus/plus duit. Dengan itu bisa diambil langkah antisipasi sebelum terjadi minus.
  4. Buat Laporan Arus Kas. Idealnya adalah laporan keuangan (laba/rugi dan neraca). Tapi, jika belum memungkinkan karena masih usaha baru, buatlah setidaknya laporan keluar masuk duit.
  5. Pisahkan Akunting dengan Kasir. Jika bagian yang pegang duit (kasir) juga membuat laporan keuangan, maka ada potensi manipulasi laporan. Misalnya, kas di laporan ada, ternyata saat diaudit tak ada (terpakai untuk kepentingan pribadi).
  6. Hindari Uang Menginap di Karyawan. Banyak kejadian uang yang dibawa pulang ke rumah cenderung akan dipakai, mulai dari alasan foya-foya, saudara sakit, pulang kampung, sampai kucing cedera.
  7. Lakukan Cek Stok Secara Berkala. Celah manipulasinya adalah stok yang sudah terjual, dilaporkan belum terjual. Alhasilnya, duitnya pun sudah raib.

Tentang Kitab Anti Bangkrut

Cara Mengelola Keuangan UsahaKitab Anti Bangkrut adalah buku kedua dari pendiri YukBisnis: Jaya Setiabudi. Buku pertama yang dikarang oleh Jaya Setiabudi adalah buku best seller “The Power of Kepepet”. Dalam buku ini dibahas mengenai kisah kebangkrutan dan kebangkitan, trik dan jurus mengenai hal-hal yang dapat menyebabkan kebangkrutan.

Kitab Anti Bangkrut terdiri dari bab sebagai berikut :

– Tak Masuk Akal

– Bangkrut Itu Ada

– 7 Penyebab Kebangkrutan

  • Rugi Panjang
  • Laba Semu
  • Faktor Orang Lain
  • Tak terduga
  • Teknisi Karatan
  • Diri Sendiri
  • Komplikasi

Cara Mengelola Keuangan Usaha dengan 7 Disiplin Finansial ini merupakan salah satu pembahasan dalam BAB 7 Penyebab Kebangkrutan (Rugi Panjang).

Bagi Anda yang ingin mendapatkan Ebook Kitab Anti Bangkrut, bisa memesan ke Yubistore, Toko online yang didirikan oleh Jaya Setiabudi. klik >> Yubistore.

Posted in Inspirasi Bisnis

Kemasan yang Menarik

Dalam Buku Buka Langsung Laris karya Jaya Setiabudi, dibahas 7 formula agar bisnis bisa langsung laris sejak pertama buka. Kemasan yang Menarik adalah formula ke 3 yang dibahas dalam Buku Buka Langsung Laris tersebut.

Bagi yang belum membaca formula langsung laris yang ke 3, silahkan klik link berikut ini > Kemasan yang Menarik.

Kali ini kita akan membahas lebih mendalam tentang formula Kemasan yang Menarik ini. Dan fokus kita kali ini adalah tentang Kemasan Kecil atau Besar. Materi ini saya ambil dari Akun Facebook Jaya Setiabudi

Kemasan yang Menarik; Kemasan Kecil atau Besar?

Kemasan yang Menarik

Coba perhatikan, apa esensi produsen membuat kemasan dengan beberapa ukuran, dari kecil ke besar? Hanya masalah ukuran kemasan saja, produk Anda akan BOOM atau jadi DEATH stock di saluran distribusi Anda.

Untuk mengetahui jawaban yang benar, POSISIKAN diri Anda sebagi CALON KONSUMEN >> belum beli lho.. Seandainya Anda batuk, kemudian pergi ke mini market terdekat. Kemudian disana berjajar merek obat batuk yang (anggap saja) SEMUA ASING, mana yang Anda pilih? Apakah Anda akan memilih kemasan yang besar atau cenderung memilih kemasan yang kecil? Anggap juga desainnya sama-sama menarik.

CALON konsumen akan berfikir, “Kalo aku beli yang BESAR, risiko kalo gak cocok, buang banyak donk..”. Kalo kemasan kecil, gak cocok, tinggal buang. Apalagi cuma 1 kali pake, “Glek aja langsung..” >> pionir kemasan kecil.

Nah, kemasan kecil itulah disebut sebagai Kemasan Trial, juga Kemasan Penggoda untuk Switching Brand dari kompetitor.

Jika sudah membaca ebook Buka Langsung Laris, maka Anda akan nyambung dengan istilah: “… celah kompetitor untuk merebut pasar Anda…!”. Semakin kecil HAMBATAN seorang Calon Konsumen untuk mencoba produk Anda, Semakin BESAR “Nilai KONVERSI” produk Anda.

Adapun, setelah mereka mencoba dan cocok, barulah mereka akan mencari kemasan yang lebih BESAR >> untuk LOYAL CUSTOMER (repeat order). Meski juga, ada yang membeli kemasan kecil karena alasan ‘handy’ atau jarang pakainya (seperti obat).

Jadi, sebelum launching produk Anda, pikirkan lagi, “Apa CALON PELANGGAN yang masih AWAM, mau mencoba dengan kemasan dan harga segitu?”. Hanya dengan mengubah ukuran kemasan atau menambah kemasan kecil, maka akan membuat “aliran darah” bisnis Anda menjadi lebih lancar..

————

Demikian pembahasan tentang formula ke 3 Buka Langsung Laris “Kemasan yang Menarik; Kemasan Kecil atau Besar?” Silahkan update materi terbaru Jaya Setiabudi dengan memfollow akun twitter @JayaYEA

Posted in Inspirasi Bisnis

Merek yang Ngetop

Merek yang Ngetop

Jaya Setiabudi selalu melakukan rodshow seminar & mentoring untuk buku yang ditulisnya. Sebagaimana 2 buku sebelumnya (Buku The Power of Kepepet & Kitab Anti Bangkrut), Jaya Setiabudipun melakukan rodshow untuk buku ke 3 (Buku Buka Langsung Laris). Salah satu kota yang dikunjungi untuk rodshow Buku Buka Langsung Laris adalah Kota Batam. Di bawah ini adalah cerita Jaya Setiabudi tentang rodshownya di kota tersebut. Cerita ini dikaitkan dengan salah satu pembahasan dalam Buku Buka Langsung Laris yaitu Merek yang Ngetop.

Pembahasan Merek yang Ngetop di bawah ini saya ambil dari akun facebook Jaya Setiabudi.

Usai seminar Buka Langsung Laris di Batam, saya memenuhi titipan istri untuk membeli oleh-oleh Soto Medan yang ngangenin. Sesampai disana, langsung pesan 4 bungkus untuk dibawa pulang ke Bandung. Hanya saja ada sedikit keraguan, koq yang jual beda ya?

Karena ragu, saya Tanya: “Lho ini bukan yang dulu jualan ya? Pakdhe kemana?”.
Penjual: “Yang dulu tutup, yang ini lebih enak dari yang dulu”.
Saya: “Masalahnya saya mau bawa buat oleh-oleh ke Bandung, bukan buat coba-coba..!”.

Sembari menunggu racikan, langsung menyisir ke ruko sederetan, ternyata ada tulisan: “Soto Medan yang Asli pindah sini..!”. Kembali saya agak ragu juga beli disitu, karena yang jual ‘anak muda’, biasanya ‘pak tua’. Bener gak yaa?

Yang membuat saya tambah ragu, di ruko seberang ternyata juga ada tulisan: “SOTO MEDAN ASLI..!” >> wacauuu.. mana yang BENAR ASLI?

Karena sama-sama ragu, saya balik ke yang pertama, ternyata belum selesai membungkus. Daripada kelamaan, saya bayar dan saya tinggal.

Lanjut…

Merek yang Ngetop

Untungnya mereka punya cabang yang biasa saya beli di daerah Batam Center: “Soto Medan Budhe Sri” >> tahunya nama ini sesampai di lokasi. Namanya GENERIK, jadi gak saya ingat. Kita biasa sebut Soto Medan Kantor Pos >> karena lokasi dekat dengan Kantor Pos dan kebanyakan orang sudah menyebutnya begitu.

Setelah order, saya tanya, “Itu yang pusatnya di Kantor Pos tutup ya?”. Dia jawab, “Gak koq, pindah sampingnya..!”. Ternyata anak muda yang jual adalah anak si ‘Pakdhe’.

Olala.. begitulah kisah TRAGIS jika warung tak bermerek >> Seperti Si Manis Jembatan Ancol >> Cantik tapi tanpa nama. *serem

Apa “Dosa Bisnis” si empunya Soto Medan tersebut? Setidaknya ada 3:

1.Berfikir Sotonya Terenak, Cukup!
Jangan katakan: “Tak ada yang bisa buat seenak punyaku..!!” >> ini takabur..! Jaman serba ATM, jangankan soto medan, pesawat terbang saja Indonesia sudah bisa membuatnya. Banyak yang bisa membuat burger seenak McD, tapi tak ada yang setenar McD. ‘Enak’ itu penting, tapi ‘tempelkan’ label enak itu di merek Anda.

2.Membuat Merek Generik dan Terlambat
Merek adalah IDENTITAS. Manusia tanpa nama, susah membedakan si A dan si B, begitu juga bisnis. Saya bahkan sudah pernah mengingatkan si empunya tentang hal ini 6 tahun lalu, tapi disenyumi saja. Bahkan saya pernah menuliskan dalam suatu artikel: “Itu lho pecel lele depan Kantor Pos..” >> sudah digusur..! “Yang mereknya Sari Laut” >> cek deh, ada ratusan pecel lele yang pakai nama Sari Laut. Adapun nama Budhe Sri (generik), dia berikan di cabang yang dia buka, bukan di pusat yang pertama. Dan kebanyakan orang sudah ‘melabeli’ dengan merek “Kantor Pos” >> mereknya negara, gak bisa didaftarkan ke HAKI.

3.Propertinya Sewa
Sudah sering terjadi, jika suatu usaha penyewa laris manis, si empunya properti jadi iri. Kalo merek tak dibangun dengan kuat, maka ‘tempat’ akan menjadi satu-satunya faktor ‘hoki’. Merek adalah IDENTITAS dan KREDIBILITAS yang Anda bangun. Saat diusir atau bangkrut pun, merek yang paling berharga. Jangan sampai Anda hanya terlena dengan omzet saja, tanpa membangun merek bisnis. Akan beda pembuat Air Soda dengan pemilik merek Coca Cola.

Lebih detail tentang “Membuat Merek yang Ngetop?” Silakan baca di ebook Buka Langsung Laris.
Detailnya klik disini >> Ebook Buka Langsung Laris

Posted in Inspirasi Bisnis

Buku-Buku Karya Jaya Setiabudi

Sampai Saat ini, Jaya Setiabudi sudah menulis 3 Buah Judul Buku. Dan ke 3 judul Buku Karya Jaya Setiabudi tersebut semuanya berkaitan dengan Bisnis dan Kewirausahaan. Dan yang lebih penting lagi, semua buku yang ditulis oleh Jaya Setiabudi berdasarkan praktik dan pengalaman langsung beliau di dunia bisnis dengan jam terbang lebih dari 15 tahun. Jadi isi buku yang ditulis benar-benar membumi & berdaging, bukan sekedar teori dan kata kata motivasi saja.

3 Buku Karya Jaya Setiabudi

Tiga buku yang sudah ditulis oleh Jaya Setiabudi adalah

1. Buku The Power of Kepepet
2. Buku Kitab Anti Bangkrut
3. Buku Buka Langsung Laris

Ketiga buku Jaya Setiabudi ini sebagai sebuah trilogi. Buku The Power of Kepepet dengan tagline “Cara Tercepat… Terampuh… Jadi Entrepreneur..! Dijamin !!!” sebagai sebuah ‘Gas’nya yang memberi kita power untuk menjadi pengusaha. Buku Kitab Anti Bangkrut sebagai ‘Rem’nya agar kita tidak masuk jurang kerugian dan kebangkrutan. Sedangkan Buku Buka Langsung Laris sebagai ‘Lompatan’ agar kita bisa menciptakan lompatan omzet, bahkan laris sejak hari pertama buka bisnis.

Buku Karya Jaya Setiabudi

The Power of Kepepet

The Power of Kepepet adalah Buku pertama yang ditulis oleh Jaya Setiabudi. Isi buku The Power of Kepepet ini adalah Bagaimana kita menciptakan kondisi kepepet sehingga mau tidak mau kita harus buka usaha. Buku ini diawali testimoni Pengusaha papan atas Indonesia antara lain; Bob Sadino (Pengusaha Agribisnis), Purdi E. Chandra (Pendiri Primagama), Ippho Santoso (Penulis buku-buku best seller), dan Hendy Setiono (Owner Kebab Baba Rafi).  Dari testimoni saja kita sudah bisa tahu kualitas dari isi buku The Power of Kepepet.

Buku Kitab Anti Bangkrut

Buku ke 2 yang ditulis oleh Jaya Setiabudi adalah Buku Kitab Anti Bangkrut. Dalam Kitab Anti Bangkrut dibahas tentang penyebab kebangkrutan dan bagaimana bangkit dari Bangkrut. Sebagaimana dibahas diawal bahwa semua buku yang ditulis Jaya Setiabudi adalah berdasarkan praktik dan pengalaman di dunia bisnis. Profil Jaya Setiabudi sendiri, beliau berulang kali bangkrut dan rugi. Bahkan, di tahun 2005 beliau pernah rugi 1,8 Miliar.

Buku Buka Langsug Laris

buku karangan Jaya Setiabudi Buku Buka Langsung Laris adalah Buku Ke 3 karangan Jaya Setiabudi. Buku Buka Langsung Laris berisi 7 formula menciptakan tren agar kita bisa mencetak profit sejak hari pertama buka bisnis. Penulis adalah praktisi pengusaha dengan jam terbang lebih dari 15 tahun. Juga mentor bisnis yang telah terbukti melahirkan pengusaha-pengusaha sukses di bidangnya. Dua buku yang ditulisnya terdahulu: Mega Best Seller “The Power of Kepepet” (15 kali cetak dan masih terus dicetak ulang) dan “Kitab Anti Bangkrut” (20 ribu eksemplar lebih). Semua itu menghasilkan jam terbang yang tak diragukan.

Berbeda dengan 2 buku sebelumnya, Buku Buka Langsung Laris sengaja dilaunching oleh Jaya Setiabudi dalam format Ebook.

Kenapa Formatnya Ebook ?

• Membiasakan dengan TREN teknologi dan Paperless.
• FULL Color, lebih banyak gambar dan foto, sehingga ringan dibaca dan mudah dimengerti.
• Berisi link video-video yang menyemarakkan suasana belajar Anda, seolah menonton seminar.
• Update info TREN via email Anda yang teregister saat pembelian ebook.

Ketiga buku karya Jaya Setiabudi di atas dijual dalam format Ebook di Yubistore, toko online yang didirikan oleh Jaya Setiabudi. Bagi yang ingin membeli, Silahkan klik gambar di atas.

Untuk melihat karya Jaya Setiabudi yang lain, klik > Karya Jaya Setiabudi.

Posted in Inspirasi Bisnis

Profil Jaya Setiabdi

Profil Jaya SetiabudiKita sudah sering mendengar bahwa tidak ada Pengusaha sukses yang tidak pernah mengalami jatuh bangun dalam membangun bisnisnya. Namun, semangat pantang menyerah dan terus belajar telah menghantarkan mereka menuju kesuksesan.

Jaya Setiabudi, pengusaha sukses Indonesia inipun seperti lagu dangdut, ’jatuh bangun’ menjadi ’makanan’ Jaya Setiabudi dalam menjalankan usahanya. Untungnya, tidak ada kamus ’menyerah’ dalam diri Jaya Setiabudi. Usaha yang dimulai dari modal dengkul dan berkendaraan ojek, menjelma menjadi sebuah grup perusahaan bernama Momentum Group, dengan bidang usaha: otomatisasi industri, mechanical & electrical, pemasok bahan masakan, konstruksi, pelatihan bisnis, dan web Yukbisnis.com.

Profil Jaya Setiabudi – Perjalanan Membangun Usaha

Coba perhatikan profil Jaya Setiabudi berikut ini. Profil ini menggambarkan tentang perjalanan Jaya Setiabudi membangun usaha:

1998 : Jaya Setiabudi membuka usaha industrial supply, bangkrut dalam 3 bulan, karena cashflownya seret. (Dituliskan oleh Jaya Setiabudi di Kitab AntiBangkrut)

2002 : Jaya Setiabudi membuka usaha rumah makan, tutup dalam 1 tahun 2 bulan, rugi 170 juta. Menurut Jaya Setiabudi hal ini karena beliau salah lokasi dan salah target pasar (atau juga salah produknya).

2002 : membuka jasa design grafis, ditipu dan hampir masuk penjara.

2003 : membuka usaha distribusi produk otomotif (aditif) bertahan 3 tahun, tersebar di 6 kota, piutangnya gak tertagih dan sebagian besar dibawa kabur. Rugi sekitar 250 juta.

2005 : tutup usaha yang sudah dirintis sejak ’98 dan rugi 1,8M.

Itu belum semua, tapi Jaya Setiabudi menganggap itu semua sebagai ‘kuliah’, tentu juga lahir bisnis-bisnis lain yang untung.

Meski sejak tahun 2000-an Jaya Setiabudi gemar berburu ilmu, baik dari buku, seminar, bahkan training yang belasan juta, tapi belum ada ilmu-ilmu bisnis praktis untuk skala UKM. Materi pemasaran yang diikutinya kebanyakan hanya cocok untuk perusahaan multinasional, yang anggaran promosinya miliaran.

Demikian tadi profil Jaya Setiabudi yang menggambarkan tentang kerja keras, semangat, dan pantang menyerah menghadapi kegagalan.

Jaya Setiabudi memberikan nasihat

profil jaya setiabudiTahun 2004 mulailah marak seminar bisnis praktis dan lahirlah para miliarder-miliarder belia.

Kenapa banyak bermunculan pengusaha muda dan kaya?

Karena mereka tak mengulang kesalahan para pendahulunya.

Jika Anda saat ini akan atau sedang memulai bisnis dan masih pakai cara Trial Error, itulah cara terkonyol untuk belajar. RUGI DUIT, RUGI WAKTU..!

“Kalo mau ‘membuat’ kesalahan, mbok ya yang kreatif, jangan serupa dengan pendahulumu…”

Nah, jika anda ingin belajar ilmu bisnis dari Jaya Setiabudi, kini ilmu bisnis hasil perjalanan puluhan tahun praktik di lapangan ini dirangkum oleh Jaya Setiabudi dalam sebuah Modul Bimbingan Bisnis bernama YEA Virtual. Segera bergabung untuk mempercepat proses kesuksesan Anda, klik 》YEA VIRTUAL.

Posted in Inspirasi Bisnis

Young Entrepreneur Academy Bandung

Young Entrepreneur Academy
Jaya Setiabudi
Founder Young Entrepreneur Academy Bandung

Young Entrepreneur Academy Bandung (YEA Indonesia) beralamat di Jalan Teuku Angkasa No. 26 Bandung, dekat dengan Kampus Unpad. YEA Indonesia telah terbukti mencetak 90% lebih lulusannya menjadi PENGUSAHA. Angka itu adalah yang terbesar dibanding sekolah bisnis lainnya di Indonesia, bahkan dunia. YEA didirikan oleh Jaya Setiabudi, seorang pengusaha Indonesia yang sangat peduli dengan kamajuan iklim kewirausahaan di Indonesia.

Materi yang diajarkan di Young Entrepreneur Academy Bandung bersifat PRAKTIS (70% praktek, 30% teori) dan APLIKATIF, Oleh karena itu tak mengherankan jika 90% lebih lulusan Young Entrepreneur Academy Bandung menjadi Pengusaha. Sisanya (10%) ada yang kembali melanjutkan kuliah dan meneruskan usaha warisan orangtua. Tentunya hasil ini adalah suatu pencapaian yang luar biasa.

Hanya Saja, Young Entrepreneur Academy Bandung …

“Program 6 Bulan Jadi Pengusaha” di Young Entrepreneur Academy Bandung memiliki syarat: usia 17 – 25 tahun, single, min, lulus SMU dan tak berstatus sebagai karyawan. Hanya bisa diikuti di kota Bandung saja.

Kabar Baik dari Young Entrepreneur Academy Bandung

Young Entrepreneur Academy Bandung
YEA Virtual

Setelah 1 tahun pembuatan, Paket Belajar Bisnis YEA VIRTUAL (Young Entrepreneur Academy Virtual) akhirnya diluncurkan. Program YEA Virtual ini dapat diikuti oleh SIAPA SAJA dan DIMANA SAJA, tanpa syarat. Anda dapat mempelajarinya sendiri lewat layar komputer atau laptop, dimana saja dan kapan saja. YEA Virtual tidak membutuhkan peralatan yang canggih untuk menikmatinya. Cukup dengan komputer atau laptop, Anda dapat menggunakannya.

Seluruh materi inti yang diajarkan di dalam kelas reguler Young Entrepreneur Academy Bandung ada disini. Materi YEA Virtual bersifat PRAKTIS berdasarkan pengalaman-pengalaman yang terjadi dalam keseharian dunia bisnis. Penggunaan istilah dan bahasa disederhanakan sedemikian rupa agar orang awam bisnis pun dapat memahami isi materi ini.

Tergabung dalam Alumni Young Entrepreneur Academy Bandung

Anda akan tercatat secara otomatis sebagai alumni Young Entrepreneur Academy Bandung dengan ribuan member dan akan terus bertambah. Selain fasilitas milis, juga bisa mengikuti pertemuan kopdar alumni.

Young Entrepreneur Academy Bandung Virtual

Kesempatan Praktek & Review Bersama

Bagi Anda yang merasa haus akan praktek, setelah selesai mengikuti semua modul yang diberikan, Anda memiliki kesempatan praktek sekaligus review bersama siswa YEA Reguler di kampus pusat (Bandung). Review akan dipandu oleh praktisi pengusaha dan fasilitator yang berpengalaman. 

Untuk bergabung dengan YEA Virtual / Young Entrepreneur Academy Virtual, klik > YEA Virtual

Posted in Inspirasi Bisnis

Produk yang Ngangenin, Bagaimana Mengujinya?

Formula kedua dari 7 Formula Mencipta TREN (Buka Langsung Laris – Ebook Karya Jaya Setiabudi) adalah Menciptakan Produk yang Ngangenin.

Materi ini saya ambil dari Facebook Jaya Setiabudi. Mas Jaya Setiabudi memberikan sebuah tips bagaimana cara menguji produk yang ngangenin.

Uji Produk yang Ngangenin

Produk yang NgangeninUntuk menguji suatu produk Ngangenin atau tidak, tak bisa asal kasih sample ke sembarang orang. Ada prasyaratnya..

Misal, Anda memberi saya sample kue keju, pasti saya akan bilang “Gak Enak..!”, karena saya gak doyan keju.

Atau Anda memberikan free coupon laundry untuk tes pasar kepada target yang punya pembantu, ya mubazir.

Syarat utama Uji Ngangenin adalah ke Spesifik Target Pasar yang sesuai. Bisa perorangan atau komunitas. Jangan bilang: Wanita menengah kebawah. Apa batasan menengah kebawah itu? Trus sedunia kah? Kurang spesifik..!! Lebih Spesifik: wanita, 21-35 thn, seputar jabodetabek, dalam komunitas hijabers. Nah, bidikannya jelas kan? Atau: Ibu-ibu seputar Bandung, sudah menikah, punya anak min 1, max 35 tahun, pendidikan S1, pengguna gadget iphone. Jelas juga..

Semakin spesifik targetnya, semakin akurat bidikannya. Tinggal cari dimana mereka biasa ngumpul. Misal: komunitas @HijabersComm yang dibidik, kapan dan dimana mereka biasa kumpul. Disitulah uji Ngangenin dilakukan. Salah membidik target, fatal dalam penganalisaan, feedback-nya pun tak akurat.

Seperti tertulis di ebook Buka Langsung Laris, jangan minta testimoni saat uji Ngangenin, biarkan alami atau minta feedback saja. Tapi sediakan ‘KONTAK’ bisa berupa no hp, akun socmed, dimana mereka bisa memesan atau berkomentar. Banyak produk enak, yang tak jelas merek ataupun kontaknya. Kemana hamba hendak memujamu..?

Uji Ngangenin bisa disatukan juga dengan Uji Kemasan. Caranya: berikan alternatif kemasan/bentuk dengan konten yang sama. Mana yang diambil? Jika mungkin, Anda mengamati di sekitar situ, tapi jangan melakukan intervensi seperti menawarkan. Harus alami..! Lebih bagus lagi jika bersanding dengan kompetitor Anda, baru dapat kondisi asli di pasaran.

Lebih baik Anda sakit-sakitan dengan hasil Uji Ngangenin daripada sakit di medan tempur yang sesungguhnya.

Selain itu sediakan feedback form dan pena untuk memberikan masukan spontan. Dicerna, jangan ditelan mentah. Selalu gunakan prinsip pareto: 80% orang komentar apa? Bukan ngurusin yg 20 %, meski bawelnya maksimal.

Tempat-tempat yang bagus buat Uji Ngangenin adalah saat mereka berkumpul, seperti: Seminar, Arisan, Pertemuan >> HOMOGEN. Tanda Produk yang Ngangenin, kalo makanan: makan lagi dan lagi. Fashion: Share di Socmed >> Pastikan ada akun merekmu.

Itu tadi tips dari Jaya Setiabudi untuk menguji suatu produk Ngangenin atau tidak. Untuk mendapatkan tips tips bisnis dari Jaya Setiabudi, silahkan like pagenya Facebook.com/JayaYEA atau follow twitternya @JayaYEA. Semoga bermanfaat

Posted in Inspirasi Bisnis

Mengutamakan Produksi atau Pemasaran?

Mengutamakan Produksi atau pemasaranInspirasi bisnis kali ini membahas tentang produksi vs pemasaran. Sebenarnya, mana yang kita prioritaskan terlebih dahulu? mengutamakan produksi atau pemasaran duluan? Materi ini saya ambil dari facebook Jaya Setiabudi. Bagi yang belum me-like page Jaya Setiabudi, silahkan di-like, akan banyak tips tips bisnis bermanfaat lainnya.

Follow juga twitternya @JayaYEA. Jaya Setiabudi secara rutin sharing tips tips bisnis dan juga menjawab pertanyaan dari para followernya.

 

Mengutamakan Produksi Atau Pemasaran?

Bagi pebisnis Pemula, saya yakin hampir semua akan menghadapi masalah menentukan Prioritas waktu dan fokus. Prioritas waktu → serasa 24 jam sehari gak cukup untuk mengerjakan segudang PR dalam bisnisnya.

Sementara pengeluaran harian dan bulanan jalan terus. Tak lepas juga Prioritas fokus → dana terbatas, bisnis dikerjain sendiri, produksi atau pemasaran duluan?

Biasanya nih, kalo ex-profesional perusahaan gede, begitu buka bisnis, mikirnya manajemen duluan, ujung-ujungnya BANGKRUT, karena kehabisan ‘darah’. Begitu juga SARJANA lulusan MANAJEMEN, kalo beneran ikutin teori di kampus, 90% akan bangkrut juga..!! WHY?

Karena mereka gak ngerti skala Prioritas dengan SDM yang terbatas. Bedakan dengan perusahaan besar, yang SDM-nya keroyokan. Pebisnis pemula, dengan SDM dan bujet seadanya, kalo gak cepat-cepat mbuat untung dan arus kas positif, dalam hitungan bulan bangkrut juga.

Makanya saya sering berpesan ke siswa YEA: Fokus ke pemasaran yang penting dapat duit, benahin sistem kemudian. Orang akunting jangan ngeyel yah. Coba pikir, Apanya yang mau diakuntingin kalo duitnya aja gak masuk..?
Maka dari itu FOKUS saat buka bisnis, terutama di jam produktif adalah CARI DUIT alias PEMASARAN..!!!

Dulu saat awal bisnis, hanya punya 1 admin, jam 9 sampe jam 16:00 saya ‘nyales’ di lingkungan industri. Sore pulang ke office (merangkap tempat tinggal) koordinasi sama admin. Malamnya ngerjain PAPER WORK.

Hingga omzet sudah mengalir, barulah merekrut orang untuk membenahi sistem. Nah, mana yg dibenahin dulu? Kalo bicara manajemen kan ada 4 tuh: 1.Pemasaran 2.Keuangan 3.Operasional 4.SDM → Mana duluan?

Karena sudah saya urutkan, ya tentu PEMASARAN duluan. setelah duit mengalir, baru bicara How to Manage the money. Kalo gak ada money-nya, apa yang mau di-manage doel..?! Itu Prioritas dalam bisnis. Kalo mindsetnya bener, insyaAllah gak fatal.

Intinya: waktu kita sama 24 jam, dengan resouces terbatas, Bagaimana kita Bisa mengoptimalkan bisnis kita. Jadi istilah “Dari HULU ke HILIR” perlu dibalik → “Kuasai HILIR, baru HULU”. Karena duit itu di HILIR (baca: konsumen).

Trus Produksinya? Di SUB ke Produsen yang HANDAL. Karena Produksi itu ribetnya minta ampun. Kalo di YEA, kita berikan pelajaran ini di Praktek HomeBiz. Biar ngerasain produksi seperti apa. “Tapi kalo diSUB, untungnya kan jadi TIPIS?” → Gak papa, yang penting perputaran cepat dan lancar..!
Penutup..

Mas Bule bilang, “Get the market first, reduce the production cost later..!” Paham gak? *tepokjidat

————

Demikian pembahasan mengenai produksi vs pemasaran, mana yang lebih kita utamakan. Semoga tips bisnis dari Jaya Setiabudi ini memberi pencerahan untuk kita.

Posted in Inspirasi Bisnis

Formula Menciptakan Tren

Formula Menciptakan TrenFormula Menciptakan Tren – Pemabahasan kali ini masih melanjutkan tentang Ebook Buka Langsung Laris. Materi ini tidak diambil dari Ebook Buka Langsung Laris karya Jaya Setiabudi, Tapi dari Akun Facebook Jaya Setiabudi.

Formula Menciptakan Tren

Dibawah ini adalah materi tentang bagaimana agar kita bisa sukses menerapkan 7 Formula Menciptakan Tren sehingga begitu buka bisnis langsung laris.

HIRARKI, Urutan Proses Menuju Sukses..

Seperti mengadon suatu kue, inilah yang diperlukan:
• Komposisi
• Takaran
• Urutan
• Durasi
• Cara pengerjaan
• Alat bantu
Satu saja terlewat, jadilah bantat..

Coba saat membuat kue, Anda tak mengindahkan hirarki (urutan) penggunaan bahan. Masukkan telor, tepung, mentega, tak berurutan, maka akan hancur hasilnya.

Begitu juga menciptakan TREN bisnis, memiliki hirarki FORMULA untuk sukses. Dari 7 Formula Menciptakan TREN, Formula 1 hingga 5 adalah urutan. Formula 6 dan 7 adalah pelengkap/akselerasi, boleh mana duluan.

Kalo pasar yang dibidik tidak Potensial (formula 1), apalagi berdarah-darah, produk Anda tak akan bergerak pesat.

Jika Formula 2 dilompati, langsung ke Formula 3 dan 4, barang mungkin cepat laku, tapi pelanggan kecewa. Jika Mereknya ngeTOP, tapi packagingnya gak KONTRAS, siapa orang yang tau? Gak dilirik..!

Sekedar punya produk trus di BLOW oleh ARTIS? Bisa aja terkenal, tapi pengguna kecewa dan jadi bumerang (black campaign).

Jika Formula ini diterapkan ke dunia Politik, sama saja koq hukumnya → hirarki harus dipatuhi. Seorang pribadi yang ‘GAK NGANGENIN’, diCITRAkan berlebih (via Penyebar Virus), bisa menang, tapi mengecewakan. Sebaliknya jika pribadi seseorang sudah NGANGENIN, penebar manfaat, secara ORGANIK penyebaran virus akan terjadi.

Kalau mau lebih akselerasi, ya keduanya berjalan, tapi diawali dengan ‘Pribadi yang NGANGENIN”. Baru diberitakan. Istilahnya.. bangunlah IMPACT dahulu, baru IMAGE kemudian, alias INSIDE OUT, dari dalam keluar..

Kasus paling gampang mengidentifikasi ‘salah hirarki’ adalah kurangnya Angka REPEAT ORDER pada produk Anda. Ngangenin itu Rumusnya gampang koq:

VALUE (yang didapat konsumen) > PRICE (yang dibayar).

Kalo konsumenmu order sekali, trus kabur gak balik lagi, brarti produkmu NJIJIKI, bukan NGANGENI.. 

Pertanyaan: “Mas J, warungku pernah rame pas awal buka, trus sepi..” → Tau kan jawabnya..?

Merek yang ngeTOP, Promo yang WoW, membuat orang penasaran mencoba. Jika Produk tak Ngangenin, pelanggan akan kecewa..

Perhatikan hirarki kesuksesan, semuanya memakan waktu dan persiapan. Jangan harap instan, karena nama baik jadi taruhannya..

Formula Menciptakan Tren

Demikian pembahasan mengenai formula menciptakan tren oleh Jaya Setiabudi. Semoga bermanfaat sebagai tambahan referensi untuk Ebook Buka Langsung Laris. Untuk mendapatkan Ebook Buka Langsung Laris, klik gambar di bawah ini.

Ebook Buka Langsung Laris Formula Mencipta Tren