Author Archive

Bagaimana cara menghadapi masalah? Setiap kita pasti mempunyai masalah dan persoalan hidup. Entah itu persoalan yang berat maupun ringan. Entah itu masalah dengan pasangan, dengan anak, dengan teman, masalah keuangan, dan berbagai masalah hidup lainnya. Ketika kita berada pada kondisi seperti itu, maka cara menghadapinya tidak lain adalah kita meminta pertolongan kepada-Nya, yang mengatur segala urusan.

Bagaimana Cara Menghadapi Masalah?

Disaat kita menghadapi suatu masalah, maka yang paling pertama dan utama adalah kita mengadu kepada-Nya. Sang penguasa alam semesta yang mengetahui masalah kita dan pasti Dia mengetahui pula solusinya.

berdoa ketika menghadapi masalah

Kita yakin Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Tidak mungkin sekecil apapun yang dirahasiakan oleh manusia Dia tidak mengetahuinya. Termasuk setiap masalah yang kita hadapi pasti Dia mengetahui.

Memohon pertolongan kepada tuhan

Setelah kita yakin bahwa Dia Sang Penguasa seluruh alam semesta, Maha Mengetahui, Maha Mendengar. Selanjutanya adalah kita berdoa. Kita utarakan semua masalah kita. Jangan katakan, “Wahai Tuhan, Aku punya masalah yang besar”. Tapi katakan, “Wahai Masalah, Aku punya Tuhan Maha Besar”.

Tuhan Maha Mendengar Keluhan Kita

Seringkali, setelah kita berdoa, kita tidak bersabar. Berharap semua masalah yang kita hadapi hilang begitu saja dengan keajaiban.

lari dari masalah

Namun ternyata kenyataannya, justru masalah yang kita hadapi terasa semakin berat dan banyak. Kita pun berkata dalam hati, “Tuhan bagaimana cara menghadapi masalah ini?”

cara menghadapi masalah

Pilihan ada di tangan kita. Apakah kita hanya diam saja menunggu keajaiban, ataukah kita terus melangkah. Kita harus yakin dibalik kesulitan ada kemudahan.

terus melangkah meski persoalan datang

Setelah kita melangkah meski diawali dengan keraguan, hasilnya seringkali di luar perkiraan kita sebelumnya.

menyelesaikan persoalan hidup

Ternyata masalah yang kita hadapi tidak seberat yang kita perkirakan sebelumnya. Perlahan tapi tapi, meski samar, kita mulai mendapat solusi.
masalah yang berat

Dan akhirnya, jalan terang di depan mata kita tampak jelas. Rasa optimis dan bahagia pun tumbuh dalam diri kita.

solusi dari masalah

Seberat apapun persoalan hidup yang kita hadapi, pasti ada cara menghadapi masalah itu dan pasti ada pula solusinya. Dengan usaha, tawakal, dan tidak mengumbar keluh kesah di media sosial, Berkeluh kesahlah hanya kepada-Nya

Sebagai penutup, Ada sebuah hadits yang layak untuk kita renungi bersama.

“Hendaknya salah seorang dari kalian meminta kepada Tuhannya seluruh kebutuhannya bahkan sampai untuk urusan memperbaiki tali sandalnya jika terputus” (HR At-Thirmidzi)

Adalah Gazan Azka, yang masih berumur 20 tahun, owner dari ZANANA chips, sudah memiliki omzet lebih dari 400 juta. ZANANA chips adalah keripik pisang yang memiliki aneka varian rasa, mulai berdiri sejak 28 November 2013

Awalnya, pada umur 16 tahun (kelas 2 SMA), Gazan pernah ditanya oleh ibu dari temannya, jika nanti sudah tamat mau kerja menjadi apa? Dengan lugunya Gazan waktu itu menjawab ingin menjadi artis. Ya, karena artis itu enak, terkenal, dan duitnya banyak.

Tetapi semua berubah saat ibu dari temannya tersebut memberikan 2 buku kepada Gazan. Buku tersebut adalah The Law of Attraction (karangan Michael J. Losier) dan Rich Dad Poor Dad (Karangan Robert T. Kiyosaki). Rupanya setelah membaca kedua buku tersebut, Gazan semakin tertarik akan dunia wirausaha.

Selesai membaca kedua buku tersebut, Gazan langsung bercerita kepada Ibu temannya tersebut, “Bu.. Gazan kalau gede mau jadi pengusaha aja.”

Akhirnya, waktu itu Gazan memutuskan untuk mengikuti acara gathering dari @BisnisAnakMuda. Untuk mengikuti gathering ini, Gazan harus membayar seharga 35ribu rupiah. Tetapi biaya perjalanannya hampir 500ribu rupiah.

Di acara tersebut, Gazan berkenalan dengan Young Entrepreneur Academy. Di sana juga akhirnya Gazan menemukan sebuah buku yang langsung mengubah hidupnya waktu itu, The Power of Kepepet (karangan Jaya Setiabudi).

Ebook The Power of Kepepet

Sepulang dari Bandung dan menyelesaikan buku The Power of Kepepet, Gazan kembali bertemu dengan ibu temannya tersebut dan mengatakan, “Bu.. Gazan BESOK mau jadi pengusaha aja.”

20 hari kemudian, lahirlah bisnis pertama Gazan bersama temannya yang bernama Ayam Razet. Tiga bulan pertama dengan bahagia Gazan mendapatkan omzet yang bagus. Tetapi karena dengan modal “motivasi” dan tanpa ilmu bisnis, akhirnya bisnisnya tersebut berhasil bangkrut pada umur 13 bulan. Dengan catatan Gazan mulai nombok dibisnis tersebut mulai dari bulan ke-4 sampai akhirnya tutup.

Sebelum bisnisnya ditutup pada bulan ke-11 Ayam Razet berdiri, Gazan mengikuti Juragan Forum bersama mas Jaya Setiabudi. Saat itu mas Jaya hanya menyarankan Gazan untuk menyuntik mati (menutup usaha) Ayam Razet-nya. Tetapi yah masih dipertahankan sampai bulan ke-13 dan akhirnya tutup selamanya.

Kebangkrutan merintis usaha tak membuat Gazan patah semangat. Selama bangkrut, Dia terus berusaha menambah jiwa kewirausahaannya.  Akhirnya Gazan mengikuti Entrepreneur Camp yaitu pelatihan 3 hari 2 malam yang membentuk mindset/pola pikir entrepreneur/wirausaha.

Tak cukup di situ. Setelah menyelesaikan mengikuti ECamp, Gazan pun berusaha menambah ilmu bisnisnya dengan mempelajari YEA VIRTUAL.

Zanana Chips

YEA Virtual

Setelah 3 bulan, lahirlah sebuah bisnis baru dari Gazan bersama temannya. Roti Risol, nama bisnis Gazan yang kedua. Kali ini Gazan memilih untuk bekerjasama dengan seorang koki yang membuatkan resep bisnisnya.

Luar biasanya dalam 45 hari, Roti Risol sudah memiliki 3 cabang. Tetapi disaat yang sama juga, kokinya Roti Risol pamit dari bisnis Gazan.

Dan… Bisnis ke-2 pun berhasil ditutup dalam waktu 45 hari saja.

Perjalanan Merintis Zanana Chips

Saat bangkrut tersebut, Gazan sempat terlintas dalam pikiran kalau dia sedang kangen dengan keripik pisang Lampung. Mengingat ajaran Mas Jaya Setiabudi, akhirnya Gazan pun melakukan test market mulai dari teman-temannya. Ternyata hasil dari survei kecil-kecilan tersebut membuktikan bahwa ada permintaan terhadap keripik pisang tetapi tidak ada yang mem-supply.

Mengingat buku Rangga Umara yang dulunya berjuang dalam membuat lele dan Top Ittipat yang dulu berjuang dalam membuat rumput laut, akhirnya Gazan memutuskan untuk membuat keripik pisang.

(Video Rahasia Sukses Zanana Chips)

Dengan modal 50ribu, Gazan membeli keripik pisang dan dia beri rasa sendiri. DENGAN MODAL 50 RIBU.

Percobaan pertama belum berhasil secara produk, tetapi Gazan banyak mendapatkan masukan untuk produknya tersebut. Akhirnya dengan bantuan modal dari tante Gazan, Gazan membeli bahan baku dan peralatan untuk bisnis keripik pisangnya.

Segala jerih payah Gazan lakukan untuk mendapatkan produk yang “pasar” inginkan dan akhirnya pada tanggal 28 November 2013, Gazan merilis bisnis barunya yang tanpa nama.

Pada Desember 2013, orderan mulai berdatangan ke Gazan.

Akhirnya sekitar awal Januari 2014, nama ZANANA pun lahir dengan insipirasi dari nama GAZAN dan BANANA yang dikombinasikan. Enam bulan kemudian, Gazan pun berhasil merekrut 50 reseller.

Gazan sendiri mendapatkan 100 juta pertama di ZANANA pada bulan DESEMBER 2014, yang berarti  bisnisnya baru berumur 1 tahun 1 bulan.

Saat ini omzet ZANANA sudah lebih dari 400 juta.

Sebuah artikel tulisan lama dari Purdi E Chandra, Pendiri Primagama, yang bisa menjadi bahan renungan untuk kita.

purdi e chandra

“Berani Gagal”

PERNYATAAN John. F. Kennedy (berani gagal) ini saya yakini kebenarannya. Itu bukan sekedar retorika, tetapi memang sudah terbukti dalam perjalanan hidup saya. Gagal total itulah awal karier bisnis saya. Pada akhir 1981, saya merasa tak puas dengan pola kuliah yang membosankan. Saya nekad meninggalkan kehidupan kampus. Saat itu saya berpikir, bahwa gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal dalam mengejar cita-cita lain. Di tahun 1982, saya kemudian mulai merintis bisnis bimbingan tes Primagama, yang belakangan berubah menjadi Lembaga Bimbingan Belajar Primagama.

Bisnis tersebut saya jalankan dengan jatuh bangun. Dari awalnya yang sangat sepi peminat- hanya 2 orang – sampai akhirnya peminatnya membludak hingga Primagama dapat membuka cabang di ratusan kota, dan menjadi lembaga bimbingan belajar terbesar di Indonesia. Dalam kehidupan sosial, memang kegagalan itu adalah sebuah kata yang tidak begitu enak untuk didengar. Kegagalan bukan sesuatu yang disukai, dan suatu kejadian yang setiap orang tidak menginginkannya. Kita tidak bisa memungkiri diri kita, yang nyata-nyata masih lebih suka melihat orang yang sukses dari pada melihat orang yang gagal, bahkan tidak menyukai orang yang gagal.

Maka, bila Anda seorang Juara yang menemui kegagalan dalam berusaha, maka jangan berharap orang akan memuji Anda. Jangan berharap pula orang di sekitar anda maupun relasi Anda akan memahami mengapa Anda gagal. Jangan berharap Anda tidak disalahkan. Jangan berharap juga semua sahabat masih tetap berada di sekeliling Anda. Jangan berharap Anda akan mendapat dukungan moral dari teman yang lain. Jangan berharap pula ada orang yang akan meminjami uang sebagai bantuan sementara. Jangan berharap bank akan memberikan pinjaman selanjutnya.

Mengapa saya melukiskan gambaran yang begitu buruk bagi seorang Juara yang gagal? Begitulah masyarakat kita, cenderung memuji yang sukses dan menang. Sebaliknya, menghujat yang kalah dan gagal. Kita sebaiknya mengubah budaya seperti itu, dan memberikan kesempatan kepada setiap orang pada peluang yang kedua. Menurut pengalaman saya, apabila orang gagal, maka tidak ada gunanya murung dan memikirkan kegagalannya. Tetapi perlu mencari penyebabnya. Dan justru kita harus lebih tertantang lagi dengan usaha yang sedang kita jalani yang mengalami kegagalan itu. Saya sendiri lebih suka mempergunakan kegagalan atau pengalaman negatif itu untuk menemukan kekuatan-kekuatan baru agar bisa meraih kesuksesan kembali.

Sudah tentu, kasus kegagalan dalam bisnis maupun dunia kerja, saat krisis ekonomi kian merebak dan bertambah. Ribuan orang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan kehilangan mata pencahariannya. Sungguh ironis, seperti halnya kita, suka atau tidak suka, setiap manusia pasti akan mengalami berbagai masalah, bahkan mungkin penderitaan. Bagi seorang Juara, sebaiknya jangan sampai terpuruk dengan kondisi dan suasana seperti itu. Kita harus berani menghadapi kegagalan, dan ambil saja hikmahnya (kejadian dibalik itu). Mungkin saja kegagalan itu datang untuk memuliakan hati kita, membersihkan pikiran kita dari keangkuhan dan kepicikan, memperluas wawasan kita, serta untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Tuhan. Untuk mengajarkan kita menjadi gagah, tatkala lemah.

Menjadi berani ketika kita takut. Itu sebabnya mengapa saya juga sepakat dengan pendapat Richard Gere, aktor terkemuka Hollywood, yang mengatakan bahwa kegagalan itu penting bagi karier siapapun.

Mengapa demikian? Karena selama ini banyak orang membuat kesalahan sama, dengan menganggap kegagalan sebagai musuh kesuksesan. Justru sebaliknya, kita seharusnya menganggap kegagalan itu dapat mendatangkan hasil. Ingat, kita harus yakin akan menemukan kesuksesan di penghujung kegagalan. Ada beberapa sebab dari kegagalan itu sendiri. Pertama, kita ini sering menilai kemampuan diri kita terlalu rendah. Kedua, setiap bertindak, kita sering terpengaruh oleh mitos yang muncul di masyarakat sekitar kita. Ketiga, biasanya kita terlalu “melankolis” dan suka memvonis diri terlebih dahulu, bahwa kita ini dilahirkan dengan nasib buruk. Keempat, kita cenderung masih memiliki sikap, tidak mau atau tidak mau tahu dari mana kita harus memulai kembali suatu usaha.

Dengan mengetahui sebab kegagalan itu, tentunya akan membuat kita yakin untuk bisa mengatasinya. Bila kita mengalami sembilan dari sepuluh hal yang kita lakukan menemui kegagalan, maka sebaiknya kita bekerja sepuluh kali lebih giat. Dengan memiliki sikap dan pemikiran semacam itu, maka akan tetap menjadikan kita sebagai sosok Juara yang selalu optimis akan masa depan. Maka, sebaiknya janganlah kita suka mengukur seorang Juara dengan menghitung berapa kali dia jatuh. Tapi ukurlah, berapa kali ia bangkit kembali.

Purdi E Chandra, Pemilik Primagama.

Ada cerita dari temanku yg jual kaos Joger secara online. Jadi dia buat website yang menjual kaos nya Joger. Dibeli langsung dari Joger Bali dan dikirim via pos keluar Bali.

Omzet nya banyak, puluhan juta. Suatu ketika dia mengantar sendiri orderan kaos joger ke seseorang yang menunggunya di terminal Ubung. Ternyata yang order itu polisi. Ya, temanku ditangkap oleh intel Polisi. Kasusnya adalah pelanggaran hak cipta dan menyalahi peraturan Joger. Ternyata temanku sudah diintai berbulan-bulan oleh intel itu. Pihak Joger menyuruh intel tersebut.

Ternyata polisi langsung menggelandang temanku ke rumahnya Pak Joger, tidak ke kantor polisi. Didepan Pak Joger, temanku diberitahu kesalahannya. Ya tadi itu bahwa Joger punya peraturan bahwa produknya tidak boleh dijual online dan dikirim ke luar Bali. Produk joger hanya boleh dibeli di Bali, titik!.

joger online

Pak Joger membeberkan maksud peraturan itu, “Mas, Joger yakin jika membuka outlet di seluruh dunia maka bakal laris manis dan kaya raya. Namun, kekayaan itu hanya milik keluarga Joger saja. Joger kukuh hanya boleh di beli di Bali karena memancing mereka yang diluar Bali untuk datang ke Bali. Mereka yang datang tidak mungkin hanya beli-beli di Joger saja, mereka akan belanja beli-beli di masyarakat Bali. Artinya Joger ingin memberikan dampak kemakmuran bagi warga Bali”.

Kalau Mas nya jualin Joger ke seluruh Indonesia maka orang-orang itu ogah ke Bali. Mereka toh sudah punya produk Joger.

“Maka karena Mas nya salah maka saya tawarkan solusinya, pake cara kekeluargaan atau Polisi?”, sambung Pak Joger. Teman saya minta kekeluargaan. Pak Joger langsung memberikan tugas keluarga untuknya. Tugas itu adalah tinggal di rumah Pak Joger selama seminggu dan kebagian tugas cuci piring serta ngepel. Layaknya keluarga maka setiap makan harus berkumpul bersama. Disanalah temanku memahami benar pokok pemikiran sang Joger yang berjiwa sosial. Visioner untuk Bali.

Ketika seminggu itu usai, temanku diberi bekal uang Rp. 1.500.000 dan ditanya nomor rekening bank nya. Disuruh tanda tangan diatas materai untuk tidak menjual kembali Joger ke luar Bali. Temanku disuruh cari kerja’an atau bisnis lain.

Temanku itu cerita bahwa sudah 2 tahun ini dia selalu mendapatkan transferan dari Pak Joger sebesar Rp. 750.000/bulan. Karena temanku Kristen maka sudah 2 kali natal diberi uang Rp. 1.500.000.

Kisah nyata tentang Pak Joger di atas ditulis oleh Hendra W Saputra

Apa sih deskripsi atau skala sukses itu menurut Anda?
Kenapa orang bisa berkata, “Dia orang sukses, aku ingin seperti dia”.

Apakah karena ia punya usaha yang cabang atau franchise-nya sudah ratusan outlet, sering nongol di TV, dapat penghargaan dimana-mana. Sukseskah?

Atau sekadar melihat ‘kepemilikan fisik’ seperti rumah, mobil, jalan-jalan di luar negeri, foto penghasilan ratusan juta perbulan, kemudian Anda menyimpulkan bahwa dialah contoh orang sukses?

Jika itu standarisasi sukses menurut Anda, maka pertanyaan saya berikutnya adalah, “Bagaimana dengan seorang buruh bangunan, yang saat pulang rumah dengan pakaian berkeringat, bau tak sedap, membawa tahu petis untuk keluarganya dan kemudian anak-anaknya bergembira menyambut sang ‘pahlawan’ pulang. Apakah dia tidak disebut sukses?”.

Bagaimana dengan…..

Guru miskin di pedesaan yang mengajar sepenuh hati, sukseskah mereka?
Kyai pesantren yang hidupnya pas-pasan, namun santrinya ribuan. Tak bisa disebut sukses?
Ibumu yang hanya ibu rumah tangga. Gak sukses juga?
Karyawan yang loyal berjuang bersama Anda. Tumbal sukses Anda kah?

Mungkin Anda tak tahu, di balik kisah sukses si pengusaha franchise tersebut, banyak ‘tumbal-tumbal’ franchisee yang dirugikan, banyak janji-janji yang diingkari. (kisah nyata)

Mungkin Anda tak tahu, dibalik kepemilikan mobil dan rumah mewah, dia harus ‘menyikut’ rekan bisnisnya, putusnya silaturahim dengan saudaranya, demi mengejar ambisi kata ‘sukses’. (kisah nyata)

Kisah-kisah seperti itu menjadi kelaziman dimana-mana. Karena standarisasi kata ‘sukses’ berlandaskan materi semata.

arti sukses

Jika pencapaian materi menjadi tolak ukur kesuksesan, maka keserakahan menjadi tenaga pendorongnya dan penipuan/kebohongan adalah akselerasinya. Kapitalis adalah sistemnya.

“Aku gak merasa menipu koq”. Lha iya, perasaanmu udah jebol jee. Tahunya “bagaimana aku harus sukses ?”, tak peduli korban-korban di sekitarmu.

“Aku emang bohong ‘kecil’, tapi aku tak berniat merugikan mereka. Ini kan strategi pemasaran”. Itulah awal dari pergeseran value. Maling besar juga dimulai dari maling kecil. Para Koruptor juga awalnya bukan peminta, tapi ‘penerima’ dari atasan. Hingga perlahan materi memanjakan mereka. Uenak tenan…

Sebelum terlambat, kalibrasi standar sukses Anda.
Tentukan rambu-rambu value yang tak boleh dilanggar.
Jaga nurani, jangan ditoleransi dan membuat pembenaran.

Yang halal, belum tentu berkah.
Yang gak halal, sudah jelas gak berkah.

Jika standar sukses berubah, maka Anda akan melihat banyak orang sukses di sekitar Anda dan mungkin pada diri Anda sendiri saat ini. Seperti Om Bob mengatakan, “Sukses bagiku, bisa makan sepiring nasi hari ini”.

Jangan biarkan penilaian orang lain membentuk standar sukses Anda, karena itu hanyalah sukses menjadi tontonan orang lain.

Video yang sangat menyentuh tentang kasih sayang seorang ayah kepada anak perempuannya. Buat yang sangat sayang dengan ayahnya pasti akan meneteskan air mata waktu nonton video ini. Meski durasinya hanya 3 menit, tapi video ini meninggalkan kesan yang sangat mendalam tentang perjuangan seorang ayah yang ingin membahagiakan anak perempuannya. Langsung saja simak videonya di bawah ini.

Kasih Sayang Seorang Ayah Kepada Anak Perempuannya

Di suatu pagi yang cerah. Seorang ayah mengantar anak perempuannya ke sekolah. Tiba-tiba sang anak perempuan menunjukkan sebuah kertas kepada ayahnya sambil berkata, “Ayah, bacalah ini.”

Kemudian sang ayah membuka kertas itu dan membaca tulisan dari anak perempuan kecilnya itu.

“Ayahku adalah ayah yang termanis di dunia ini..
Ayahku adalah ayah yang paling tampan..
Dia selalu tersenyum..
Dia sangat cakap..
Dia juga sangat baik..
Dia adalah Supermanku..
Ayahku ingin aku mendapatkan yang terbaik di sekolah..
Ayah adalah hal paling besar dalam hidupku..
Tapi..
DIA BERBOHONG..”

Sejenak kemudian kedua langkah ayah dan anak perempuannya ini terhenti.
Kemudian sang ayah melanjutkan membaca tulisan anaknya itu.

“Dia berbohong bahwa dia punya pekerjaan yang mapan..
Dia berbohong bahwa dia punya banyak uang..
Dia berbohong bahwa dia tidak lelah..
Dia berbohong bahwa dia tidak lapar..
Dia berbohong bahwa dia punya segalanya..
Dia berbohong tentang kebahagiannya.a
Dia berbohong karena AKU..”

Ayah dan anak perempuannya inipun menangis dan berpelukan.

Sebelum pulang kantor, sang suami telp istrinya, “Sayang, alhamdulillah, bonus akhir tahun dari perusahaan sudah turun, Rp. 150 juta.” Dibalik telp, sang istri tentu saja mengungkapkan rasa syukurnya, “Alhamdulillah, semoga barokah ya mas”. Sejak beberapa bulan yg lalu mereka sudah merencanakan beli mobil sederhana untuk keluarga kecilnya. Dan uang yg turun mereka rasa cukup pas sesuai budget.

kisah tentang istri yang berbakti kepada suami

Namun dalam perjalanan pulang, dia ditelp oleh ibunya di kampung, “Nak, kamu ada tabungan? Tadi ada orang datang ke rumah. Ternyata almarhum ayahmu punya hutang ke dia cukup besar, Rp. 50 juta.” Tanpa pikir panjang, ia pun bilang ke ibunya, “Iya, Bu, insyaAllah ada.” Dalam perjalanan pulang ia pun sambil berpikir, “Nggak apa-apa lah, masih cukup untuk beli mobil yg 100 jutaan. Mungkin ini lebih baik.”

Ia pun melanjutkan perjalanan. Belum tiba di rumah, HP-nya kembali berdering. Seorang sahabat karibnya semasa SMA tiba-tiba menghubunginya sambil menangis. Sahabatnya itu sambil terbata mengabarkan bahwa anaknya harus segera operasi minggu ini. Banyak biaya yg tidak bisa dicover oleh asuransi kesehatan dari pemerintah. Tagihan dari rumah sakit Rp. 80 juta.

Ia pun berpikir sejenak. Uang bonusnya tinggal 100 juta. Jika ini diberikan kepada sahabatnya, maka tahun ini ia gagal membeli mobil impiannya. Tapi nuraninya mengetuk, “Berikan padanya. Mungkin kamu memang jalan Allah untuk menolong sahabatmu itu. Mungkin ini memang rezekinya yang datang melalui perantara dirimu.” Ia pun menuruti panggilan nuraninya.

Setibanya di rumah, ia menemui istrinya dg wajah yg lesu. Sang istri bertanya, “Kenapa, mas? Ada masalah? Nggak seperti biasanya pulang kantor murung gini?” Sang suami mengambil napas panjang, “Tadi ibu di kampung telp, butuh 50 juta untuk bayar utang almarhum bapak. Nggak lama, sahabat abang juga telp, butuh 80 juta untuk operasi anaknya. Uang kita tinggal 20 juta. Maaf ya, tahun ini kita nggak jadi beli mobil dulu.”

Sang istri pun tersenyum, “Aduh, mas, kirain ada masalah apaan. Mas, uang kita yg sebenarnya bukan yg 20 juta itu, tapi yg 130 juta. Uang yg kita infakkan kepada orang tua kita, kepada sahabat kita, itulah harta kita yg sesungguhnya. Yg akan kita bawa menghadap Allah, yg tidak mungkin bisa hilang jika kita ikhlas. Sedangkan yg 20 juta di rekening itu, masih belum jelas, benaran harta kita atau akan menjadi milik orang lain.”

Sang istri pun memegang tangan suaminya, “Mas, insyaAllah ini yg terbaik. Bisa jadi jika kita beli mobil saat ini, jsutru menjadi keburukan bagi kita. Bisa jadi musibah besar justru datang ketika mobil itu hadir saat ini. Maka mari baik sangka kepada Allah, karena kita hanya tahu yg kita inginkan, sementara Allah-lah yg lebih tahu apa yg kita butuhkan.”

***

Kawan, ada tiga pilihan hidup yg harus kita pilih dg sangat hati-hati. Yakni: pendidikan, pekerjaan, dan pendamping hidup. Bukan sekadar yg favorit kampusnya, tapi yg sesuai dg bidang yg ingin kita pelajari. Bukan sekadar yg gajinya besar, tapi yg sesuai dg passion yg ada pada diri. Bukan sekadar yg indah parasnya, tapi yg bisa menjadi penasehat, sahabat, serta perantara untuk mendekat pada Sang Pencipta.

Kehidupan seseorang dapat berubah ketika orang tersebut punya keinginan kuat untuk berubah. Kapan keinginan kuat itu muncul? banyak penyebabnya. Bisa karena setelah mengalami sebuah kejadian yang begitu membekas dalam dirinya sehingga orang tersebut bertekad untuk mengubah hidupnya. Atau karena mengikuti sebuah seminar/pelatihan, membaca sebuah tulisan, atau bahkan karena melihat sebuah gambar.

12 Gambar Motivasi yang Sangat Menginspirasi

Nah, di bawah ini adalah kumpulan gambar-gambar motivasi yang sudah menginspirasi ribuan orang. 12 gambar ini diambil dari cerpen.co.id

Gambar Motivasi

Tanpa semangat untuk mencapai impian, maka kemalasan akan mengakar dalam diri kita. Semakin lama, akar ini akan semakin menancap ke dalam. Sampai suatu saat, akan sangat berat bagi kita untuk bisa bangkit.

Gambar Motivasi Hidup

Dalam hidup ini, kita harus bisa mencari sisi positif dalam setiap kejadian yang menimpa diri kita.  

Gambar Motivasi diri

Belajarlah untuk berpikir kreatif, agar beban kita menjadi lebih ringan dan kita selangkah lebih maju di depan.

Gambar Kata Mutiara

Dalam sebuah ikatan, kita harus belajar untuk melepas keegoisan masing-masing pihak. Maka, masing-masing akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Jika tidak melepas keegoisan, maka tidak akan ada yang mendapatkan hasil.

Gambar Kata Motivasi

Apapun yang kita lakukan, Akan selalu ada orang yang mengomentari. Jangan berusaha memuaskan semua orang, cukup lakukan yang terbaik untuk orang yang kita sayangi.

Gambar Kata Kata Semangat

Bisa saja hari tersebut adalah hari terberat dalam hidupmu, tapi itu adalah hari yang paling memberikan hasil terbesar dalam hidupmu.

Gambar Kata Kata Mutiara

Alangkah indahnya jika kita bisa saling menopang.

Gambar Kata Kata Motivasi

Jangan menyerah, melangkahlah satu langkah lagi. Mungkin satu langkah itulah yang akan membawamu menuju keberhasilan.

Gambar Kata Kata Bijak

Jalan yang tidak ditempuh oleh kebanyakan orang, bisa jadi adalah jalan yang akan memberikan hasil lebih.

Gambar Kata Bijak

Kadangkala mempunyai banyak sumber daya tidak bermanfaat, jika kita tidak bisa memanfaatkan dengan baik sumber daya tersebut.

Gambar Gambar Motivasi

Adakalanya, orang yang mengulurkan tangan belum tentu benar-benar ingin menolong.

Foto Motivasi

Jika kita salah melangkah, pada akhirnya kita akan terpojok.

Itulah 12 gambar motivasi yang sangat inspiratif. Yuk, share gambar-gambar ini agar lebih banyak yang terinspirasi.

Siapa bilang jadi pengusaha itu enak? Enak gundulmu..
Apalagi kalo usahanya kelas UKM, yang masih merintis, duit pas-pas-an.

Tiap tanggal 20 lewat, deg-deg-an:
-Kebayar gak ya gaji?
-Hutang dagang jatuh tempo.
-Penjualan menurun.
-Kerugian bulan lalu belum terbayar.

Kenapa gak ditutup aja kalo rugi?
-Kasihan sama nasib karyawan, apalagi yang loyal.
-Gak ada pilihan, tutup >> malah ninggalin hutang.
-Yakin akan ada titik balik.

Sementara itu..
-Karyawan tak peduli, kecuali hak dan gaji mereka.
-Tukang Pajak juga tak mengenal hutang kerugian sebelumnya, tahunya hanya keuntungan yang sekarang.
-Investor menanyakan, “Bagi hasilnya mana..? Laporannya mana?”. Sik ta, ini kapalnya mau nyungsep, koq minta laporan terus..!

Komplit deh..

pengusaha itu pejuang

Foto: PapaPia sebelum tranformasi brand

Beda kalo Anda jadi karyawan atau ‘bermental karyawan’, tak perlu peduli apa yang terjadi pada bossmu, yang penting dapurmu tetap ngepul.

Jika Anda masih karyawan dan ingin jadi pengusaha, maka sebelum Anda jadi pengusaha, berfikir dan bekerjalah seperti pengusaha. Bagi deg-deg-annya denganmu. Anggap itu perusahaanmu, gimana kalo rugi?

Biar kalo Anda jadi pengusaha nanti, jantungnya sudah kuat, database ilmunya paripurna, leadershipnya udah matang. Sehingga gak mulai dari nol lagi. Jadikan bossmu yang sekarang sebagai mentormu.

Hanya karyawan yang bermental pengusaha yang dapat memahami perjuangan seorang pengusaha.

Tentu nasehat ini berlaku untuk pegawai swasta, bukan untuk PNS, yang duit bossnya gak berseri. Ya iyalah.. Kapan kakanwil, menteri deg-deg an kekurangan duit bayar gaji dan tagihan? Opo tumon, he he he..

Selamat berjuang wahai pengusaha. Kamu layak dapat bintang..!

By: Jaya Setiabudi

Kita sering mendengar nasihat ini, Dibalik kesulitan ada kemudahan. Hal senada juga diungkap oleh ilmuwan ternama, Albert Einstein, “In the middle of difficulties, lying opportunities.” Dalam kesempitan, tersembunyi kesempatan.

Hal ini sebenarnya cukup banyak kita jumpai di mana-mana. Orang yang tadinya terimpit masalah, akhirnya malah mendapat banyak berkah. Orang yang tadinya biasa-biasa bahkan cenderung minus, malah menemukan banyak hal yang mampu membuatnya melaju terus.

Benarkah Dibalik kesulitan ada kemudahan? Atau dalam bahasa lain, seberapa tahan kita dalam menghadapi cobaan dan tantangan, sebelum benar-benar bisa menuai keberhasilan?

Di sinilah sebenarnya letak pembeda antara orang-orang yang berhasil dengan orang yang gagal. Mereka yang berhasil, mereka yang berani terus melaju, mereka yang tetap berjuang, mereka yang pantang menyerah, pada akhirnya benar-benar menuai hasil seperti yang didambakan.

dibalik kesulitan ada kemudahan

Bagaimana Agar Dibalik Kesulitan Ada Kemudahan?

Salah satu kuncinya terletak pada satu hal, yakni keluasan atau kelapangan. Ada sebuah ungkapan dari para leluhur dulu, kalau jadi orang, harus jembar segarane, jembar jagade, jembar pandelenge. Arti harfiah jembar segarane adalah luas hatinya, yakni dengan menjadi orang yang pemaaf. Jembar jagade artinya luas dunianya, mengandung makna luas pergaulan. Sedangkan jembar pandelenge artinya luas pandangannya, yang dimaksud agar kita meluaskan wawasan berpikir. Mari Kita bahas satu persatu.

Dengan melapangkan hati, kita juga akan menjadi pribadi yang adem ayem, karena setiap masalah bisa terselesaikan tanpa melibatkan emosi yang mendalam. Dengan begitu, kala ada singgungan yang mungkin menyakiti perasaan, tanpa diminta, secara responsif kita bisa segera mencairkan suasana. Di sinilah kedewasaan dan kematangan diri akan menjadi pembeda, sehingga diri kita akan mampu bergerak dengan lebih leluasa untuk menyelesaikan berbagai kesulitan.

Kalau bahasa sekarang, jembar jagade ini bisa diartikan dengan luasnya network atau jaringan yang kita miliki. Banyak masalah yang bisa kita selesaikan jika kita bisa berkolaborasi dengan rekan kita. Tentu di sini, diperlukan luas dan kualitas jaringan pertemanan kita. Kualitas jaringan pergaulan ini biasanya ditandai dengan kerelaan hati untuk saling membantu satu sama lain.

Orang dengan keluasan berpikir, biasanya juga akan lebih bisa menikmati hidup. Ibarat pepatah, banyak jalan menuju Roma, maka ketika satu jalan dirasa kurang berhasil, ia akan segera mencari jalan lain menuju tujuannya. Saat gagal, ia pun akan bangkit. Saat jatuh, ia pun akan bisa bangun segera.

Tentu, bagi beberapa orang, untuk menjadikan keluasan dan kelapangan dalam berbagai hal butuh dibiasakan. Bahkan, sering kali harus dipaksa. Namun, ketika kita sudah teruji dalam berbagai ujian dan tantangan, keluasan dan kelapangan itu akan muncul dengan sendirinya. Dan, ketika itu terjadi, semua halangan dan tantangan malah akan disyukuri, sebab dengan semua itu, kita malah dikuatkan, disuntik dengan vitamin yang akan membuat kita makin kuat menghadapi berbagai kesulitan.

Semoga dengan jembar segarane, jembar jagade, jembar pandelenge menjadi jalan agar dibalik kesulitan ada kemudahan yang kita temukan.

 Page 1 of 13  1  2  3  4  5 » ...  Last »